Bayangkan berdiri di depan batu kuno yang dipenuhi goresan kasar. Bagi yang awam, ini hanyalah tanda-tandaβtanda fisik, tekstur mentah, dan getaran suara tanpa tujuan. Namun bagi logikawan, tanda-tanda ini adalah cangkang dari sebuah simbol. Seperti yang dinyatakan oleh Wittgenstein dalam Tractatus, transisi dari materi ke makna hanya terjadi ketika kita memproyeksikan tanda melalui sudut pandang sintaks logika.
Anatomi Representasi
Pertimbangkan ekspresi aRb. Ini bukan sekadar urutan tiga titik tinta. Ini adalah konfigurasi spasial. Fakta bahwa 'a' berada dalam hubungan spasial tertentu dengan 'b' adalah yang membuat tanda tersebut menjadi simbol untuk hubungan antara dua objek dalam kenyataan. Tanpa ini isosomismeβstruktur bersamaβbahasa tetap menjadi kumpulan tanda-tanda mati.
- Kebetulan Tanda: Kita bisa menggunakan "β¨" atau "OR" atau "+"; tanda tersebut bersifat kebetulan.
- Kepentingan Simbol: Fungsi logika yang diatur oleh sintaks sangat penting. Jika suatu tanda tidak diperlukan untuk fungsi ini, maka menurut Pisaunya Occam, ia tidak bermakna.
- Teori Gambar: Suatu pernyataan berfungsi sebagai model karena simbol-simbolnya mencerminkan kemungkinan susunan objek dalam Ruang Logika.